PERLAHAN
PERLAHAN
Hidup emang lucu, kadang tertawa ketika
sedih dan sedih ketika tertawa, cukup jalani dengan ikhlas karna hidup ya emang
buat dijalanin hehe…
Pernah gak
merasa kalau hidup kamu sempat diambang keputus-asaan, sampai kamu ingin
mengahirinya dengan tersenyum agar seakan kamu telah mengakhiri semua dengan
bahagia. Jawabannya tidak, tidak semudah itu mengakhiri kisah hidup. Mau itu
kisah hidup yang pilu atau bahagia mengahirinya bukan dengan cara menghirup gas
beracun ataupun meminum pembersih wc. Hal itu bahkan dapat menambah
permasalahan yang tidak kamu sangka, benar memang jika kamu melakukan hal itu, kamu ga akan ada
lagi didunia. Namun ingat, permasalahan yang kamu buat masih tertinggal dan
jangan menjadi pecundang dengan meninggalkan dan membebankan itu semua ke orang
lain. Kamu juga harus ingat ketika kamu melakukan itu kamu telah mengecewakan
orang-orang yang menyayangimu dengan setulus hati. Orang pertama yang paling
akan kecewa dan bersedih bahkan malu adalah orang tua kamu, jika kenyataannya
orang tua kamu sudah tidak ada apakah kamu tidak memikirkan sanak saudaramu,
jika mereka tidak peduli denganmu, masih ada teman, pasangan atau siapapun yang
sangat menginginkanmu tetap berada disampingnya menjadi penyemangatnya, menjadi
tempat berceritanya? ingat !!! hidup tidak sebercanda yang kamu duga, tidak
pula sesingkat yang kamu pikirkan. Jadi pertimbangakan apa pun sebelum kamu
berbuat dan melakukannya.
Kutipan dalam Bahasa western yang sering dijadikan penyemangat oleh orang-orang yang mengalami keputus-asaan salah satunya adalah “Life must go on”, yang diartikan dengan hidup itu harus dan tetap akan berjalan. Jadi cepat ataupun lambat semua mengalami proses, ada perencaan ataupun tidak semua akan berjalan dengan perlahan ataupun lebih cepat bagi orang-orang yang beruntung. Namun, jika kita tau orang-orang yang menjalani kehidupannya dengan mimpi dan harapan dalam dirinya, meskipun perlahan akan lebih merasakan yang dinamakan bersyukur atas kehidupannya. Bahkan menjadi pribadi yang kuat mental dan kokoh dalam membentuk diri dan karaternya, karena melewati proses yang mungkin kurang enak bagi orang-orang yang menjalani kehidupan dengan serba instan. Ibaratkan perbedaan antara membeli rumah yang sudah dibangun dan yang belum dibangun, jika rumah yang sudah dibangun tinggal ditempati dan hanya merubah sedikit dekorasi didalamnya berbeda dengan rumah yang dibangun sendiri, karena harus memperhatikan setiap detail pembangunan dan bahan yang digunakan kokoh dan cocok atau tidak, pemilihan dekorasi yang sesuai. Hasil kedua rumah yang tadi akan berbeda antara yang sudah terbangun dan yang masih ingin dibangun, semisal rumah yang telah dibangun hanya butuh penyesuaian 75% akan tetapi rumah yang dibangun sendiri dari nol harus disesuaikan 100% agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan dan hal tersebut melewati proses yang tidak singkat.
Jadi bagi kita manusia yang datang ke dunia tanpa berbalut sehelai benang pun telah menjadi juara diantara ribuan benih yang berjuang untuk bisa berhasil masuk ke sel telur dan lahir untuk melihat dunia tempat iya berproses. Setelah itu tinggal bagaimana manusia tersebut memilih apakah menjadi manusia yang bersyukur atau sebaliknya. Namun sebelum lebih jauh kita flashback sedikit bahwa kelahiran kita sebagai manusia di dunia saja sudah menjadi berkah dan kebahagiaan bagi orang-orang disekeliling kita yang bahkan berharap dapat melihat kita lebih cepat. Intinya jadilah manusia yang bersyukur, karena semenjak kecil saja sudah menjadi berkah dan sumber kebahagiaan bagi orang-orang. Jangan berfikir bahwa dirimu tidak diinginkan bahkan membuat dirimu merasa tidak berguna bagi orang lain, karena tuhan menciptakan sesuatu apa pun itu, semua memiliki manfaat dan kelebihan. Tidak ada ciptaan tuhan yang sia-sia tanpa kebermanfaatan, oleh karena itu jangan menjadi makhluk yang takabbur dan durhaka seakan tuhan menciptakanmu tanpa manfaat. Belajarlah bersyukur, mulailah melihat ke sekelilingmu bahwa masih banyak orang yang mungkin lebih kurang beruntung dari dirimu namun ia menjalani kehidupannya dengan ikhlas, perlahan, dan bersyukur. Sehingga dari hal tersebut ia bisa merasakan kebahagiaan dalam hidupnya yang sederhana dan penuh proses tanpa mengeluh, yang akhirnya tidak jarang dari orang-orang seperti itu mampu mencapai mimpi dan harapannya.
Terdapat
dua nasehat dalam hidup yang saya dapatkan ketika saya mengemban pendidikan di
pesantren nasehat itu seperti ini “berani hidup tak takut mati, takut hidup
lebih baik mati saja”. Kata-kata ini menurut saya memiliki makna yang begitu
dalam, diumpamakan ketika seseorang yang sedang membangun bisnis atau modernnya
disebut sebagai entrepreneur, orang ini harus memiliki jiwa dan mental yang
kuat menerima benturan-benturan keras dan halangan yang harus dirintangi dengan
semua kemampuan yang dimilikinya dalam hidup. Sebaliknya dengan orang yang
ingin bertumbuh namun takut untuk bergerak dan mengambil langkah, maka akan stuck di titik tertentu tanpa mengalami
pertumbuhan, karna yang kita semua tahu pertumbuhan dan sukses tidak akan
pernah terjadi secara instan kecuali dia adalah anak seorang raja dari
kekaisaran tertentu. Jalanin semua proses dengan ikhlas, karna ikhlas dan
bersyukur tidak akan menghianati proses begitupn proses yang dijalani secara
benar dan serius tidak akan menghianati hasil yang akan didapatkan. Dalam hal
ini yang paling dibutuhkan adalah tekad yang lebih kuat dari biasanya, pikiran
yang lebih banyak dipakai, dan mental yang harus lebih kokoh dari fondasi Burj
Khalifa. Semua orang dilahirkan memiliki kelebihan dan potensi masing-masing,
jadi gali potensimu cari kelebihanmu tanpa menjatuhkan sesame, agar hidup bisa
berjalan dengan seimbang, saling toleransi dan menghargai.
SEKIAN
T E R I M A K A S I H
Komentar
Posting Komentar