“EFEK SAMPING PEMBELAJARAN DARING”

            Covid-19 atau serinig disebut dengan virus corona menjadi primadona pembahasan publik akhir-akhir ini. Virus tersebut banyak mempengaruhi kehidupan mulai dari dampak terhadap sosial, ekonomi, bahkan Pendidikan, diperkirakan virus ini tercipta dan menyebar luas pada awal tahun 2020 di Wuhan, China, sampai hampir semua belahan dunia terkena dampak virus yang digadang-gadang sangat mematikan tersebut. Negara-negara di Asia Tenggara hampir terkena imbas virus tersebut termasuk salah satunya negara Republik Indonesia, yang sampai sekarang masih terus mengalami peningkatan pesien tertular. Sudah beberapa bulan terakhir Indonesia menerapkan PSSB dan di penghujung Juni di awal Juli pemerintah menerapkan kebijakan yang diberi nama “normal baru (new normal)”.        

            New Normal ini merupakan normal baru dimana seluruh kegiatan masyarakat, pusat perbelanjaan dan roda perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan mengingat dampak covid-19 terhadap beberapa hal yang disampaikan sebeluimnya sangat signifikan bahkan roda perekonomian mengalami gangguan hingga kegiatan sosial pun banyak yang tidak berjalan. Pemerintah berharap dengan diberlakukannya new normal tersebut, masyarakat dapat menjalankan kembali aktivitas sebagaimana mestinya serta kegitan-kegiatan sosial sampai dengan roda perekonomian kembali membaik. Namun, penerapan new normal ini tentu tidak secara gamblang mengabaikan masih adanya virus covid-19. Sehingga penerapan new normal memiliki persyaratan-persyaratan serta prosedur yang harus dipenuhi oleh lembaga-lembaga atau perusahan juga pusat perbelanjaan dengan dibuatnya standarisasi kesehatan seperti memakai masker ketika sedang berada di keramaian, menjaga jarak dengan orang lain di tempat umum, mencuci tangan dengan bersih, serta hal-hal lain yang menyangkut standar kesehatan dari pemerintah.

            New normal ini menjadi ajang digitalisasi bergerak secarap cepat dan tanggap untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan konsumen yang dalam hal ini adalah masyarakat. Adapun beberapa raksasa digital yang terus mengembangkan sayapnya ketika terjadinya covid-19 ini diantaranya adalah Instagram, Facebook, Whatapp, bahkan Zoom. Beberapa aplikasi tersebu menjadi pilar utama M covid-19 serta media pengiklanan tentang apa saja yang harus dilakukan ketika terjadinya covid-19 seperti sekarang. Disamping itu, beberapa aplikasi seperti zoom dan whatsaap dijadikan sebagai tempat atau ruang untuk bertemu secara virtual, mulai dari mengadakan rapat, pembelajaran, bahkan temu sapa dengan kerabat dan sahabat.

            Penerapan normal baru ini tentu memiliki efek samping, baik itu efek positif ataupun negatifnya. Membahas mengenai efek positif yang terjadi setelah diadakannya normal baru ini ialah memudahkan kembali pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya. Mulai dari kegiatan sosial, kegamaan, hingga roda perekonomian. Namun yang menjadi tantangan dalam penerapan normal ini adalah ketidak tertiban dari beberapa individu dalam menjalankan persyaratan serta prosedur kesehatan yang dibuat dan disahkan oleh pemerintah. Kejadian seperti yang disebutkan tersebut membuat penerapan new normal ini tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan diharapakan. Disamping beberpa hal tersebut dampak new normal ini juga diharapakan mampu menjalakan kembali kegiatan belajar mengajar secara langsung disekolah antara guru dan murid sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

Alih-alih dapat melakukan kegiatan belajar menagajar secara langsung di sekolah beberpa sekolah dan universitas masih melakukan kegiatan belajar mengajarnya via digital yang diperkirakan bisa berjalan sampai dengan akhir tahun. Bahkan Menteri Pendidikan ingin meneruskan pembelajasan jarak jauh yang disebut dengan sistem Daring atau Luring secara permanen meski masih dalam proses pembuatan dan penelitian. Alasan menteri pendidian ingin menerapkan hal tersebut melihat momen covid-19 ini bisa dijadikan sebagai awalan dan dasar penyesuaian ataupun adaptasi belajar melalui siswa dengan teknologi. Namun, beberapa peneliti ataupun aktivis pendidikan banyak yang memperbincangkan dan membahas kebijakan menteri pendidikan tentang perencanaan belajar Daring dan Luring secara permanen. Beberapa diantaranya menyebutkan bahwa pembelajaran Daring untuk jangka panjang masih perlu ditinjau ulang dan diteliti secara mendalam. Namun jika hanya dijalankan ketika momen covid-19 masih berjalan pembelajaran daring ini dianggap menjadi salah satu pembelajaran yang efektif dilakukan oleh tenaga pendidik guna memberikan pemahaman dalam proses belajar mengajar.

Disamping itu efek belajar secara daring atau virtual ini memiliki dampak terhadap berjalannya proses belajar mengajar seperti kurang efisien, dikarenakan pemberian pengetahuan dan pemahaman mengenai pelajaran tidak dilaksanakan secara langsung dan tatap muka. Dampak lainnya misalnya berkurangnya pemahaman anak didik terhadap apa yang diajarkan oleh tenaga pendidik diakibatkan tidak bisa dikontrolnya siswa maupun siswi dalam proses belajar mengajar secara langsung. Bahkan masih terdapat diantara siswa/siswi tersebut yang kurang mendengarkan dan fokus mengenai apa yang disampaikan oleh tenaga pendidik. Selain itu kepemilikan alat seperti laptop ataupun handphone serta biaya untuk kuota data menjadi kendala proses belajar mengajar yang dapat timbul akibat pelaksanaan belajar Daring atau jarak jauh. Hal demikian dapat saja terjadi dikarenkan ketidak mampuan orang tua ataupun si anak didik untuk membeli dan memenuhi beberapa persyaratan belajar daring yang ingin dipermanenkan oleh menteri pendidikan.

Benar adanya jika belajar daring atau jarak jauh ini juga memiliki efek yang postif seperti rasa kaingin tahuan si anak yang bertambah. Merasa pelajaran yang didapatkan melalui metode belajar secara virtual kurang akhirnya anak-anak yang rasa ingin tahunya tinggi semakin banyak pengetahuan dengan menjelajah di internet. Disamping itu orang tua juga menjadi salah satu faktor berjalannya suatu pembelajaran baik secara daring maupun secara langsung, mengingat orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang si anak baik dalam pendidikan maupun kesehatannya. Sebagaimana diketahui madrasah pertama si anak adalah orang tua dan keluarganya, oleh sebab itu peranan mereka sangatlah penting dalam mengawasi proses belajar mengajar si anak.

Sekolah dasar akan merasakan dampak yang signifikan jika belajar daring

tetap dipermanenkan, mengingat pembentukan karakter dan kepribadian anak banyak terjadi ketika menduduki sekolah dasar. Disamping itu akan terjadi interaksi sosial antar anak. Sehingga belajar secara langsung masih menjadi suatu cara yang tepat untuk pembentukan karakter dan juga etika si anak didik. Hal ini dikarenakan secara tidak langsung apa yang dilihat anak bisa menjadi kebiasaan mereka, ditambah jika mereka tertarik terhadap hal tersebut. Sehingga teladan yang baik bisa difahami oleh anak sejak usia dini dan dapat diterapkan untuk kehidupannya dimasa yang akan datang.

            Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa pambelajaran daring memiliki dampak yang signifikan terhadap tumbuh kembang pendidikan di sutau negara baik dampak positif maupun dampak negatifnya. Intinya ialah ketika pembelajaran daring dilaksanakn sesui prosedur dan anak didik dapat menjalankan dan mengikutinya dengan baik maka hal positif lah yang akan di dapatkan mulai dari pemahaman teknologi sampai dengan terciptanya kaingin tahuan yang tinggi. Sebaliknya jika proses belajar mengajar melalui daring mengesampingkan prosedur pelaksanaan yang dibuat, kemudian si anak tidak memperhatikan dengan baik apa yang disampaikan oleh tenaga pendidik maka dampak negatif yang akan timbul. Seperti berkurangnya pemahaman mengenai ilmu pengetahuan yang di transfer oleh tenaga didik kepada anak didik. disamping itu, anak akan terlena dengan tidak dilaksanakannya belajar mengajar secara langsung. Sehingga kebanyakan anak-anak main-main dan tidak fokus belajar dikarenkaan belajar jarak jauh yang mereka rasakan seperti liburan. Disinilah pernana orang tua begitu penting untuk membimbing dan mengawasi anak dalam proses belajar mengajar, begitupun dengan tenaga didik yang handal dan melek teknologi.  

 

 

 

Komentar

Postingan Populer