KEARIFAN DAERAH BUDAYA, CIRI KHAS, DAN MAKANAN


KEARIFAN DAERAH BUDAYA, CIRI KHAS, DAN MAKANAN

Mandailinng Natal

Kabupaten Mandailinng Natal adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang sebelumnya sewaktu kabupaten ini belum diadakan atau diresmikan ini termasuk ke dalam daerah Tapanuli  Selatan.Namun setelah terjadi pemekaran wilayah, kabupaten ini mulai dibentuk dan diresmikan oleh menteri dalam negri pada tanggal 9 maret 1999.Kabupaten ini juga adalah perbatasan antara Sumatera Utara dengan Sumatera Barat.

Wilayah ini ditempati oleh penduduk yang kebanyakan atau di dominasi oleh etnis Mandailinng yang juga secara bahasa dan budaya mirip dengan suku Batak.Seperti biasanya orang mandailing dan batak asli mempunyai ciri khas yang sudah turun temurun digunakan yaitu BAHASA dan MARGA, bahasa yang di pakai oleh etnis ataupun suku Batak dan Mandailinng adalah bahasa BATAK, sedikit berbeda dengan mandailing yang bahasanya disebut sebagai BATAK MANDAILING perbedaannya disini tidak terlalu banyak hanya dari segi kosa kata dan cara penyampaiannya tapi bisa saling mengerti satu sama lain.Sedangkan Marga disini adalah nama yang sudah turun temurun dipakai oleh masyarakat yang bersuku Batak maupun Mandailing,di daerah Mandailing bisanya didominasi oleh penduduk bermarga NASUTION,LUBIS, RANGKUTI, HARAHAP, SIREGAR, PULUNGAN, dan DAULAY. Dan biasanya Marga selalu dipakai di akhiran nama seperti Ahmad Nur Said Nasution sebagai contohnya saja :).


Tidak seperti namanya Mandailing Natal mayoritas penduduk disini adalah penganut agama islam atau disebut juga kebanyakan masyarakat disini adalah muslim. Di wilayah ini tidak hanya di diami oleh suku mandailing tapi ada juga masyarakat dari suku lain yang bertempat tinggal, juga menetap disini yaitu suku Minang, Jawa, Nias. Mandailing Natal juga mempunyai tokoh-tokoh yang menghiasi sejarah Indonesia seperti A.H.Nasution, Sutan Takdir Alisjahbana, juga yang sekarang menjadi menteri perekonomian Darmin  Nasution yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur BI.

Pendapatn pokok penduduk di wilayah ini adalah bertani, berkebun dan ada juga yang bertambang dan berdagang.Biasanya para petani disini banyak bercocok tanam seperti padi, getah(karet), jagung, cokelat, kayu manis, ubi-ubian,dsb.Di wilayah ini penduduknya masih mudah dalam bercocok tanam karena masih didukung oleh keadaan suhu disini yang masih termasuk sejuk karena daerah ini termasuk dataran tinggi yang masih terjaga kelestarian hutan dan perairannya.

Tempat wisata diwilayah ini tidak terlalu banyak antara lain
·         Pemandian air panas sibanggor
·         Augai aek godang
·         Danau marambe
·         Air panas sampuraga
·         Juga disini terdapat gunung merapi yang diberi nama gunung sorik marapi

Masyarakat di wilayah ini juga mempunya ciri khas dan kebiasaan pada hari raya yang disebut MANJALA yaitu menangkap ikan yang sudah di pelihara di sungai kampung nya masing-masing, dilakukan di hari raya karena disitulah banyak orang yang merantau pulang ke kampung nya masing-masing, dan manjala adalah salah satu obat kerinduan akan kampung yang juga tempat kelahirannya karena kebanyakan disitulah mereka banyak bertemu kawan-kawan lamanya.

Daerah ini juga mempunyai kebudayaan tari dan alat musik yang di beri nama tari TOR-TOR dan alat musiknnya yang sudah ada dari jaman adanya daerah ini dahulu yang diberi nama GORDANG SAMBILAN karena alat musik ini terdiri dari sembilan gendang yang dibuat dari kulit lembu.

Makanan khas di daerah Mandailing ini antara lain adalah salak yang juga menjadi makanan khas Tapanuli Selatan salak adalah buah yang batang dan buahnya memiliki duri, batang nya sedikit mirip dengan batang sawit juga makanan yang khas disini adalah gule bulung gadung yang dibuat dari daun singkonng muda yang telah ditumbuk setelah itu dicampur cabe, rimbang dan rempah lainnya, dan juga makanan yang menjadi favorit penduduk disini adalah sambal tuk-tuk atau disebut juga lasiak tuk-tuk yang terbuat dari ikan asin yang dibakar dan dicampur dengan cabe, bawang, asam, garam, dsb.

Komentar

Postingan Populer